1 Tahun Kepemimpinan AS-KB, Ini Capaian di Sektor Pendidikan dan Kesehatan

  • Whatsapp

AKTUALBORNEO.COM – Dalam satu tahun kepemimpinan Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman bersama Wabup H Kasmidi Bulang ada beberapa progress pembangunan yang dicapai. Contohnya di sektor pendidikan, pasangan yang dikenal dengan sebutan AS-KB sejak masa pilkada 2020 ini memprioritaskan beberapa program. Seperti gratis bantuan seragam dan buku sekolah, beasiswa “Kutim Tuntas” bagi pelajar dan mahasiswa yang kini tengah digodok regulasinya. Peningkatan Bantuan Operasional Sekolah (BOSDA) negeri dan swasta, peningkatan insentif guru dan tenaga kependidikan.

Selain itu juga memprioritaskan bantuan seragam bagi guru negeri dan swasta, perbaikan hingga pembangunan sarana dan prasarana pendidikan seluruh kecamatan. Berikutnya mendorong pencapaian standar akreditasi A bagi sekolah negeri dan swasta. Seluruh prioritas ini ditarget akan terealisasi seluruhnya dalam waktu satu periode jabatan.

Namun demikian, ada beberapa program yang nyatanya sudah tercapai lebih awal. Seperti jumlah guru yang mendapatkan kenaikan insentif. Jumlahnya mencapai 2.353 guru yang merasakan imbas kebijakan ini. Bahkan 2.136 guru ngaji juga mendapat insentif.

“Pemkab Kutim juga telah melaksanakan pembangunan 20 RKB (ruang kelas baru) SD dan SMP serta penyediaan UKS (unit kesehatan sekolah) di 14 sekolah,” sebut Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman saat konferensi pers hasil pembangunan setahun kepemimpinan AS-KB di Ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten, Rabu (2/3/2022).

Selain itu, mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan, Pemkab Kutim juga merehabilitasi ruang kelas di 55 sekolah se-Kutim. Rutin mendistribusikan BOS dan BOSDA ke SD dan SMP negeri serta swasta.

Sementara itu untuk bidang kesehatan, AS-KB mengusung program prioritaskan gratis BPJS bagi masyarakat tidak mampu, menambah pembangunan Rumah Sakit Pratama. Berikutnya peningkatan pelayanan kesehatan Puskesmas setiap kecamatan, peningkatan insentif tenaga kesehatan serta gratis biaya persalinan bagi keluarga tidak mampu.

“Dalam setahun, pencapaian progresnya antara lain yaitu Kutim telah mencapai Universal Healt Coverage (UHC) dalam penjaminan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat tidak mampu,” ulas Ardiansyah didampingi Wabup H Kasmidi Bulang dan seluruh Kepala OPD lingkup Pemkab.

Dihadapan para jurnalis, Ardiansyah menyebut, kesejahteraan para tenaga kesehatan di daerah ini juga sudah semakin membaik melalui kenaikan insentif. Jumlah tenaga kesehatan yang mendapatkan kenaikan insentif mencapai 470 nakes. Pemkab juga melakukan penambahan sarana Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pusban) sebanyak 5 gedung. Serta yang terakhir baru beberapa waktu lalu diresmikan adalah pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Ardiansyah menegaskan, ditengah pandemic COVID-19 yang belum mereda, pelaksanaan program pembangunan Pemkab Kutim dibawah kepemimpinan AS-KB masih “on the track”. Artinya prioritas pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat secara bertahap akan terus coba direalisasikan. Sesuai dengan visi misi Pemkab Kutim yang telah dicanangkan, yakni “Menata Kutim Sejahtera Untuk Semua”. (kopi3)

sumber:pro.kutaitimurkab.go.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.