11 Ribu Lebih Pemilih yang Masuk DPT di Kutim Belum Lakukan Perekaman e-KTP

  • Whatsapp
?????????????????????????????????????????????????????????

AKTUALBORNEO.COM – Sebanyak 11 ribu lebih pemilih yang masuk DPT dari berbagai daerah di Kutai Timur (Kutim) belum melakukan perekaman KTP Elektronik. Padahal, pelaksanaan Pilkada 2020 kurang satu bulan lagi.

Plt Kepala Disdukcapil Kutim, Sulastin mengatakan, mereka merupakan warga yang telah memenuhi syarat memilih, terdapftar di DPT dan tersebar di hampir semua kecamatan se-Kutim. Terbanyak, terutama kecamatan yang berada di wilayah perbatasan dengan daerah lain dan padat penduduk yakni Kecamatan Sangatta Utara.

“Kendala selama ini karena kurangnya alat perekaman karna alat perekaman dan tenaga yang akan melakukan jemput bola,” tuturnya, Kamis (26/11/2020).

Namun, Sulastin meyakini, meski menghadapi beberapa rintangan tetap optimis bisa menyelesaikan tepat waktu.

“Kami tetap optimis bisa terkejar, apalagi nantinya kami dari kabupaten lainnya akan dibantu baik alat dan tenaga untuk mengejar perekaman ini,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya terus melakukan upaya jemput bola agar warga Kutim segera melakukan rekam data e-KTP.

“Ada 11 ribu lebih pemilih yang sudah terdapat sebagai pemilih yang belum melakukan perekaman,” jelas Sulastin.

Menurutnya, dalam sinkronisasi penyempurnaan daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) tahap kedua, pihaknya menindaklanjuti dengan melibatkan kecamatan hingga pemerintahan desa dan perusahaan-perusahaan.

Desa dan kelurahan mengundang warga segera melakukan perekaman. Di sisi lain, Disdukcapil berkeliling melakukan perekaman e-KTP ke daerah-daerah baik di pedalaman maupun di perusahaan.

“Sehingga diharapkan, warga yang telah terdaftar dalam Pemilu 2019 bisa terekam semuanya,” ujarnya.

Sementara, Ketua KPU Kutim, Ulfa Jamilatul Faridah mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Disdukcapil dalam melakukan perekaman e-KTP.

“Memang mereka yang belum melakukan perekaman telah masuk dalam DPT. Oleh karena itu, untuk dapat menyalurkan hak pilihnya, warga harus melaksanakan perekaman e-KTP. Jangan sampai sudah terdaftar dalam DPT. Namun, belum lakukan perekaman data e-KTP,” pungkasnya. (*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *