AMFS, Rekomendasi Destinasi Ekowisata Baru di Sangatta

  • Whatsapp

Aktualborneo.com – Namanya Alien Mangrove and Fish Sanctuary (AMFS). Lokasinya yang hanya berjarak 5 kilometer dari Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim) di kawasan Bukit Pelangi menjadikan AMFS muncul sebagai destinasi wisata baru di Kutim. Warga Sangatta yang ingin punya rencana liburan, bisa memilih tempat ini karena letak objek wisatanya yang lebih dekat dari pusat ibu kota Kutim dibandingkan Teluk Lombok maupun Teluk Kaba.

Untuk menuju ke AMFS cukup mudah dan hanya bermodal bahan bakar minyak (BBM) menggunakan transportasi motor maupun mobil. Untuk menuju ke sana, traveler ambil jalan di samping Gedung EXPO Kutim dengan kontur tanah. Kemudian meeting poin terakhir di rumah dari Kelompok Tani Tambak dan Nelayan Mandiri di Sungai Bendera. Selanjutnya, perjalanan menggunakan kapal motor ke arah hulu Sungai Bendera menuju penginapan atau basecamp AMFS memakan waktu sekitar 15 menit. Selama di kapal, traveler akan dimanjakan oleh pemandangan ribuan pohon mangrove tegak berdiri.

“Di tengah pandemi COVID-19 ini, kami membatasi pengunjung dalam jumlah banyak. Namun jika ada yang ingin ke AMFS tetap dibuka namun dalam jumlah terbatas,” terang Faisal, pengelola AMFS ketika dihubungi Pro Kutim.

Ia menegaskan pihaknya tengah berkomitmen mengangkat potensi wisata bahari yang ada di AMFS. Kini beberapa pegiat maupun relawan pecinta lingkungan bahari dan kelompok nelayan tengah menggenjot program strategis dari AMFS.

“Kami fokus AMFS dikembangkan menjadi ekowisata. Di kawasan ini, traveler akan menikmati potensi karang Taka Bagang dan Taka Luang yang berada sekitar 1 kilometer dari pondok penginapan, belum lagi biota lautnya yang masih alami dinikmati dengan kegiatan snorkeling maupun diving. Tempat ini juga menjadi spot yang asyik untuk memancing ketika matahari terbit (sunrise) maupun terbenam (sunsrise),” terangnya.

Selanjutnya, ia menegaskan di lokasi AMFS, traveler bisa melakukan penelitian maupun pembelajaran ilmiah yang menyasar ke sektor edukasi.

“Traveler bisa belajar pelestarian alam terutama hutan mangrove dan fungsi terumbu karang sebagai rumah tempat hidup berkembang biaknya ikan yang kita konsumsi sehari-hari,” tegasnya. (hms13/hms3).

Sumber: pro.kutaitimurkab.go.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *