ASKB Menyiapkan 50% Anggaran Dana APBD Untuk Infrastruktur

  • Whatsapp

AktualBorneo.Com-Dihari ke 44 masa kerjanya setelah dilantik menjadi Bupati Kutai Timur,Drs.H.Ardiansyah Sulaiman,M.Si,menerima permohonan Rohaniawan Umat Kristiani yang tergabung dalam Aliansi Pendeta Indonesia untuk beraudensi.

Acara tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan penuh Yulianus Palangiran Anggota DPRD Kutim dari Fraksi Partai Demokrat.Selasa,(6/4/2021),di Gedung Kantor Bupati,Jl.AW.Syahrani Pusat Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta,Kutai timur.

Setelah mendengar masukan dari setiap perwakilan Rohaniawan dengan menyebutkan dirinya sebagai Bapak ASKB,Ardiansyah Sulaiman dalam kesempatan untuk menanggapinya dan mengatakan,ASKB akan selalu disebut sampai habis masa jabatan tidak ada masalah mengenai itu,karena menurutnya ASKB hanyalah sebuah singkatan dari Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang.

Bahkan dalam kegiatan lawatan sebagai Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan Program Pemerintah Kutim adalah Programnya visi-misi ASKB.
Itu selalu yang disampaikannya dalam kata sambutan di setiap lawatan kerja yang dilakukannya.

“Tetap ASKB itu disebut nggak ada masalah,karena itu singkatan saja,Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang,saya pun dimana mana tetap menyampaikan visi-misi ASKB wajib dijalankan oleh semua pihak”ucapnya.

“Semua OPD dan semua struktur yang ada di pemerintahan,mulai dari RT,Desa,Kecamatan hingga Kabupaten,menjalankan namanya¬†visi – misi ASKB yang telah tertuang dalam program ASKB saat kampanye lalu”katanya.

Dalam uraiannya Ardiansyah Sulaiman menyebutkan di saat Pemerintahan Bapak Jokowi ini,tidak ada visi-misi Menteri,yang ada visi-misi Presiden.Begitu juga dengan Gubernur,Walikota,Bupati,tidak ada visi-misi Dinas A,B,dan C.

Selanjutnya Ardiansyah Sulaiman  menambahkan,yang ada visi-misi Gubernur,Walikota,dan Bupati beserta Wakilnya.Sehingga apapun program yang disampaikan saat kampanye,oleh Cawagub,Cawalkot dan Cawabup beserta wakilnya,begitu mereka terpilih maka wajib semua Dinas yang ada dipemerintahannya memastikan visi-misi itu berjalan.

“Ini sudah menjadi komitmen di seluruh Indonesia,maka dari itu selama Musrembang(Musyawarah Rencana Pembangunan) tingkat Kecamatan,di semua Kecamatan yang kami hadiri itu sangat luar biasa.Hampir selama 3 minggu berkeliling se- Kabupaten Kutai Timur di 18 Kecamatan”jelasnya.

Kenapa demikian,Ardiansyah dalam penjelasannya mengatakan
itu memang prosedure yang harus dilakukan demi pemerataan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur.

Perlu untuk diketahui oleh seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Timur.Jika ada masyarakat yang bertanya kenapa usulannya tidak pernah ditanggapi/dilaksanakan oleh pemerintah daerah,
Itu dikarenakan Anggaran Pendanaan usulan tersebut melebihi kemampuan keuangan APBD.Karena itu Ardiansyah mengingatkan untuk memilih dari sekian yang menjadi prioritas.

“Berikutnya nanti,setelah dokumen-dokumennya terdokumentasi di dalam sebuah perencanaan kerja Pemerintah Daerah,maka kita akan menyiapkan Musrembang Tingkat Kabupaten sebagai puncak dari seluruh kegiatan Musrembang Tingkat Kecamatan yang telah dilaksanakan”katanya.

“Diantara sekian dari Desa-Desa yang menyampaikan programnya,ada yang satu Desa menyampaikan programnya 30 kegiatan,Desa B sekian puluh kegiatan.Begitu dijumlahkan oleh Camat ternyata di Kecamatan tersebut tercatatlah ada sekitar 200 kegiatan”imbuhnya.

“Dan ketika dicheck nilainya berapa?hampir 1 triliun.Jikalau kita ambil 500 milliar saja,jikalau 10 Kecamatan saja,sudah 5 triliun,kalau 18 Kecamatan,hampir 10 triliun.Sedangkan APBD Kabupaten Kutai Timur 2,8 triliun”ucapnya.

“Sehingga saya menyampaikan disetiap acara pelaksanaan Musrembang,cari yang super,super,super,prioritas.Tetapi dibalik itu semua ASKB akan menyiapkan setiap tahun 50% dari dana APBD khusus untuk Infrastruktur”tegasnya.

“Jalan,dengan daya dukungnya seperti drainase,Jembatan dengan daya dukungnya,kemudian Air bersih yakni PDAM.Dan jika ada yang bertanya mengapa Listrik tidak masuk? itu dikarenakan Listrik yang menyediakan PLN(Perusahaan Listrik Nasional),dan PLN merupakan BUMN(Badan Usaha Milik Negara)dibutuhkan kerja keras dan strategi yang berbeda,tetapi tetap menjadi prioritas”demikian urai Bupati Kutim Drs.H.Ardiansyah Sulaiman.M.Si.
(dps/AB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *