BBM di Kutim Langka Dinilai karena Pengetap

  • Whatsapp
Ilustrasi

AKTUALBORNEO.COM – Terbatasnya pasokan solar dan premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kutai Timur (Kutim) salah satunya disebut disebabkan ulah para pengetap. Pengetap adalah pembeli eceran BBM di SPBU dengan maksud untuk dijual kembali.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anggota DPRD Kutim, Jimmy ST menyatakan, butuh ketegasan dari pihak berwenang. Petugas dapat membedakan mana pengetap mana bukan.

“Petugas sebenarnya tahu mana pengetap mana bukan, yang kita dorong itu supaya dia tegas. Tadi kita tekan kalau terjadi antrean panjang pengetap tidak boleh masuk,” ujar Jimmy usai heraing dengan Persatuan Material dan Truk Sangatta (Permata) dan pihak Pertamina di Gedung DPRD Kutim, Kamis (7/10/2021).

Jimmy menggambarkan aktifitas pengetap di sepanjang jalan Yos Sudarso yang bisa menghabiskan kuota BBM di Kutim. “Bayangkan 7 kilo meter saja di sepanjang jalan Yos Sudarso itu, kalau setiap 100 meter ada pengetap dan satu pengetap menyimpan 1 ton, 70 ton sudah, hampir habis kuota di Kutim. Kuota Kutim hanya 80 ton,” jelasnya.

Selain itu, legislator PKS ini juga meminta tambahan kuota BBM. Menurutnya, kuota BBM yang ada saat ini sudah tak lagi mencukupi disebabkan perkembangan dan bertumbuhan jumlah penduduk.

Senada, Anas selaku Ketua Asosiasi Permata juga menyatakan hal yang serupa. Menurutnya, kelangkaan BBM terutama solar salah satunya disebabkan oleh pengetap.

“Pengetap dibatasi, baik solar subsidi maupun non subsidi,” terangnya. (Fitrah/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *