Buah Sawit Warga Membusuk, Dampak Aksi Penutupan Portal di Long Bentuq

  • Whatsapp
Ilustrasi

AKTUALBORNEO.COM – Aktifitas perekonomian masyarakat di sekitar Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang, Kutai Timur (Kutim) terganggu akibat unjuk rasa masyarakat adat Dayak Modang yang dibarengi penutupan portal KM 16 beberapa waktu lalu.

Disampaikan oleh Pengurus Koperasi Mandiri I Krispensius, Minggu (7/2/21)mengenai dampak penutupan Portal KM 16 tersebut yang menghambat akses penjualan Buah Sawit milik masyarakat ke pabrik kelapa sawit, sehingga banyak sekali buah yang dibuang dan akhirnya membusuk. Padahal, saat ini sedang panen dan cuaca cukup mendukung.

“Otomatis busuk dan tidak bisa dijual. Padahal untuk masyarakat misalnya, perkiraan saya paling sedikit 5-10 truk per hari tidak bisa dijual. Itu di luar koperasi,” jelasnya Krispensius.

Menurutnya, hal tersebut tentu berimbas terhadap pendapatan masyarakat. Ia juga menyampaikan secara pribadi, bahwa dirinya mengaku alami kerugian sebagai transportir angkutan Crude Palm Oil (CPO). Karena secara teknis ia tetap terbebani oleh biaya sewa unit angkutan sementara operasional terhenti disebabkan penutupan portal KM 16.

Hal tersebut cukup disesalkan, disampaikan bahwa masyarakat adat Dayak Long Bentuq tidak berkomunikasi dengan Desa sekitar terkait penutupan portal. Padahal menurut Krispensius idealnya hal seperti ini dibicarakan dengan semua elemen masyarakat, termasuk Koperasi.

“Hal ini tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan kita. Padahal KSU Unit 1 ini membawahi dua Desa, yaitu Long Nyelong, dan Long Pejeng. Selain itu, jalan yang ditutup kan menyangkut orang banyak. Jadi siapapun sebenarnya berhak memakai jalan tersebut, tak hanya masyarakat Desa Long Bentuq saja,” lanjut Krispensius.

Di lain pihak, Kepala Desa Long Bentuq, Heriansyah juga menilai bahwa unjuk rasa dan penutupan portal tersebut sangat merugikan masyarakat.

“Bukan hanya bagi Kecamatan Busang, tetapi juga lintas daerah Muara Ancalong dan Kecamatan lain. Sangat menghambat aktivitas masyarakat secara umum,” ujar Heriansyah.

Ia menyoroti salah satu Desa terdampak, yaitu Desa Long Besak yang saat ini dalam masa panen buah sawit namun terpaksa dibuang karena sudah membusuk akibat sebagai dampak penutupan portal tersebut. (Meri/AB)

Sumber : detakkaltim.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *