Bupati Kutim Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Farisul Quran Bengalon

  • Whatsapp

AKTUALBORNEO.COM – Walau akhir pekan, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman tetap mengisi waktunya dengan kegiatan kemasyarakatan. Memenuhi agenda kerjanya, Sabtu (3/4/2021) pagi, Ardiansyah menghadiri dan sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan  Pondok Pesantren (Ponpes) Farisul Quran, di Desa Sepaso Timur, Bengalon.

Acara yang digelar dengan protokol kesehatan COVID-19 tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kutim H Arfan, Anggota DPRD Kutim Masdari Kidang, Camat Bengalon Suharman. Kemudian Kades Sepaso Timur Agus Susanto, para haba’ib, unsur muspika, warga sekitar dan tamu undangan lainnya.

Usai prosesi permulaan pembangunam fasilitas pendidikan Islam tersebut, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rasa syukurnya. Dia juga mengapresiasi program pembangunan Ponpes bakal dilengkapi dengan masjid dan rumah ustad. Ia lantas mengajak seluruh masyarakat Bengalon untuk memakmurkan masjid.

Pemkab Kutim, sebutnya, selalu memberikan dukungan terhadap pengembangan agama Islam. Diyakini dengan adanya ponpes-ponpes, kedepan akan mampu berkontribusi nyata dalam pendidikan yang baik kepada generasi penerus bangsa.

“Saya bangga para pendiri Ponpes di Kutim ini bisa mendedikasikan ilmunya untuk Ponpes mereka masing-masing,” ungkap orang nomor satu di Pemkan Kutim tersebut.

Ardiansyah yang lahir di Muara Pahu, Kutai Barat ini tak lupa mengimbau agar masyarakat Bengalon mendukung pembangunan dan perkembangan ponpes tersebut. Dengan cara memasukan anak-anaknya untuk menimba ilmu di Ponpes itu.

“Akhirat tidak mengenal tua maupun muda, tidak ada batas waktu menimba ilmu. Mari belajar menghafal AlQuran. Jadikan anak kita mendapat derajat tinggi di dunia dan di akhirat,” katanya mengingatkan.

Pada kesempatan itu, Bupati menyumbangkan 200 sak semen untuk pembangunan Ponpes. Perlu diketahui lahan untuk pembangunan ponpes Farisul Quran merupakan wakaf dari Taher.

Kesempatan ini sekaligus digunakan Bupati untuk kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi dan menaati protokol kesehatan. Pasalnya virus ini sangat berbahaya dan dibenarkan oleh para peneliti diseluruh dunia. Untuk itu seluruh masyarakat hendaknya lebih waspada menjaga seluruh keluarganya. Khususnya orang tua wajib disiplin mengenakan masker saat keluar rumah. Kemudian mewajibkan anak-anaknya dengan protokol kesehatan. Mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

“Penting memakaikan masker pada anak-anak bukan hanya orang tuanya, agar sudah menjadi kebiasaan sejak dini. Jangan coba-coba tidak menaati, COVID-19 bukan virus biasa,” pesan Ardiansyah yang juga ketua Satgas COVID-19 Kutim. (hms7/hms3).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *