Camat Busang Beberkan Usulan Prioritas dengan Korelasi Pengolahan Pakan dan Coklat

  • Whatsapp

AKTUALBORNEO.COM – Camat Busang Impung Anyeq menyebut permasalahan utama di Kecamatan Busang adalah Listrik dan air bersih. Dijelaskan Impung apabila listrik sudah ada, akan dibangun tempat pengolahan pakan ternak sapi, yang bahan bakunya akan diambil dari limbah kelapa sawit. Disamping itu pihaknya juga akan membeli mesin untuk mengelola cokelat.

“Jadi nanti kalau ke Busang, ada oleh-oleh permen cokelat untuk dibeli, ini kalau sudah ada listrik, karena kalau memakai solar costnya tinggi,” ucap Impung.

Adapun jumlah usulan prioritas di wilayahnya sebanyak 76 usulan dan semuanya sudah diinput di Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Hal itu diungkapkan Impung Anyeq, dalam  Musrenbang tingkat desa yang dilaksanakan di BPU Desa Segoi Makmur, Kecamatan Long Mesangat, Jumat (11/3/2022).

Sementara itu, Kepala Desa Mekar Baru mewakili Kepala Desa lainnya, meminta agar di wilayah Busang ada tambahan kuota internet (Bannwidht) dan pembangunan tower telekomunikasi di Long Bentuq dan Rantau Sentosa.

“Mohon ditindaklanjuti kembali pembangunan tower di dua Desa ini (Long Bentuq dan Rantau Sentosa) mengingat pondasinya sudah terbangun tinggal towernya yang belum,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengharapkan jalan antar desa dam antar kecamatan, agat dapat diseminasi. Karena kondisi jalan tersebut sudah sangat parah. Serta meminta agar ada kantor cabang Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Kantor Kapolsek di Kecamatan Busang.

Menanggapi penyampaian itu, Bupati Ardiansyah mengatakan, hampir semua mengeluhkan masalah jalan. Sehingga ia meminta Bappeda dan Dinas PU agar menginventarisasi semua jalan-jalan di Kutim.

“Tolong di Inventarisasi mana jalan Kabupaten, jalan lingkungan, jalan Desa dan jalan lainnya, ini harus diselesaikan satu persatu kalau tidak bisa semuanya langsung, tapi kalau semuanya bisa langsung itu lebih bagus lagi, terutama di Long Mesangat dan Busang,” ujar Ardiansyah.

Ada hal yang menarik, sambung Ardiansyah, di Busang ada bibit cokelat dan Kutim ditunjuk oleh Kementrian sebagai pusat cokelat. Oleh karena itu, kepada Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan agar memaksimalkan pembinaan, lahan dan penanaman. Kemudian produksinya, cokelat yang menjadi mata pencarian utama dalam penghasilan masyarakat di Busang dapat ditingkatkan.

“Camat Busang agar mengkoordinasikan dengan Dinas Koperasi dan UMKM karena sudah ada alat/pabrik di Dinas itu dan sudah memproduksi cokelat, arahannya untuk memenuhi kebutuhan luar seperti Samarinda karena nilainya lebih tinggi,” ucap Ardiansyah.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Kasmidi Bulang, menambahkan, tentunya para Kades sudah tahu apa yang akan dibangun di tahun 2023 ini. Sebab, pada saat pra Musrenbang beberapa waktu yang lalu sudah disampaikan Bappeda.

Dalam kesempatan itu, orang nomor dua di Kutim juga meminta, pemerintah kecamatan dapat kolaborasi dengan pihak swasta. Ia memberi contoh Jalan di Gunung Benteng. Jalan tersebut merupakan jalur alternatif, yang digunakan dari Muara Wahau ke Busang. Sangat miris apabila kondisinya apabila hujan, susah untuk dilalui.

“Pola pembangunan kita adalah Musrenbang, namun hadirnya pihak swasta di kegiatan ini sebagai rasa pertanggungjawaban kepada masyarakat untuk membangun bersama-sama,” kata Kasmidi.

Dirinya mengatakan dalam waktu dekat aka ada Rapat Koordinasi (Rakor) antara perusahaan-perusahaan yang ada di Kutim berkaitan apa yang dibicarakan di Musrenbang ini.

“Nanti kita akan menyampaikan apa saja yang dibutuhkan dan dibangun di semua desa dan apa yang tidak masuk di Musrenbang  (APBD 2023) akan coba dimasukan diprogram perusahaan tersebut,” pungkas Kasmidi.

Sumber: kutaitimurkab.go.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.