CSR Perusahaan di Kaliorang Diharap Berkontribusi Terhadap Pembangunan

AKTUALBORNEO.COM – Kaliorang menjadi bagian dari berbagai kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan Kutai Timur (Kutim). Agenda Tahuan di zona peseisir tersebut dilaksanakan, di Desa Bukit Harapan SP2 Kecamatan Kaliorang, Selasa (23/3/2021) kemarin.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman dalam paparanya mengatakan bahwa di Kecamatan Kaliorang ada 507 usulan yang sudah masuk dari semua desa ke kecamatan, diharapkan nanti yang masuk ke kabupaten adalah yang super prioritas karena keuangan kita masih lamban untuk kenaikannya.

“Telah dijelaskan Sekcam Kaliorang, bahwa pergerakan infrastrutur jalan poros terus bergerak hingga simpang empat KIPI Maloy, saya yakin dalam waktu tiga bulan kedepan sudah selesai, karena pergerakannya terus berjalan. KIPI Maloy adalah salah satu daya dukung yang kita siapkan sebagai infrastruktur apa yang disebut dengan agrobisnis dan agroindustri, rencananya disana akan dibangun berbagai macam pabrik turunan kelapa sawit,” jelas Ardiansyah.

Dikatakan Ardiansyah, sampai dengan saat ini pemerintah baru menyiapkan infrastruktur dasar berupa jalan dan kantor pusat KIPI Maloy, tinggal bagai mana dunia usaha bisa memanfaatkannya. Namun demikian, kata dia, sampai dengan saat ini pengusaha yang membangun kebun di Kutim, tapi CPO nya di bawa keluar dan industrinya ada di luar.

Sebagai daya dukung, lanjut Ardiansyah, untuk membangun Kutim benar-benar memberikan nilai manfaat kepada masyarakat sejatinya dengan terbangunnya industri hilir, contohnya ada industri minyak goreng, industri kosmetik dari CPO, sabun dan lainnya sebagai pabrik dari turunan kelapa sawit.

“Dengan konsep KIPI Maloy kita berusaha semaksimal mungkin untuk membangun Kutim dan alhamdulilah Provinsi Kaltim mengambil alih kawasan tersebut dan memperluasnya menjadi kawasan Ekonomi Khusus MBTK (Maloy Batota Trans Kalimantan), karena sekarang telah muncul industri dari turunan batubara yaitu metanol, dengan munculnya turunan dari batu bara ini kita berharap muncul juga turunan dari CPO di Maloy. Visi Misi ASKB jelas menata Kutai Timur sejahtera untuk semua,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintah daerah akan mengadakan forum yang akan diaktifkan kembali bagi perusahaan. Untuk sawit dan perkebunan lainnya adalah forum agrobisnis club sedangkan untuk perusahaan tambang adalah forum mining club.

“Tujuan diaktifkannya kembali forum tersebut adalah untuk bersinergi, seperti apa yang di sampaikan tadi oleh kepala desa yang sangat banyak, kita sangat berharap program yang perusahaan buat melaui program CSR tidak lepas dari kebutuhan yang di inginkan oleh kepala desa dan masyarakat sekitar perusahaan,” jelas Kasmidi

Kasmidi menambahkan, nantinya pemerintah akan rapatkan apa yang bisa dicover melaui APBD dan mana yang bisa dicover lewat program perusahaan tersebut. Hal tersebut dijelaskan, karena perusahaan masih ada korelasinya dengan pemerintah.

“Jika perusahaan tidak pro aktif nanti kta kasih nilai jelek-jelek saja agar laporannya ke pusat tidak bagus terus. Tujuannya agar kita bersinergi, pada hari ini kita bisa lihat bahwa begitu banyak kebutuhan yang sangat mendasar, namun kemampuan keuangan kita sangat terbatas kita ingin perusahaan membantu untuk membackup,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekertaris camat Kaliorang  I Komang Suyadnya mengharapkan melalui musrenbangcam pelaksanaan pembangunan yang telah disusun melalui rencana kerja desa dapat terealisasi.

“Semoga desa-desa kami diberi anggaran yang memadai, melalui alokasi dana desa ADD, sedangkan usulan melalui musrenbang dapat di alokasikan melalui APBD,” harap I Komang.

Selanjutnya, I Komang mengatakan bahwa Kecamatan Kaliorang, merupakan kecamatan paling kecil namun memiliki potensi yang besar.

“Ada beberapa usulan yang diharapkan dapat terelisasi diantaranya infrastruktur jalan, gedung serbaguna kecamatan, jaringan PDAM, PLN, jembatan, sarana dan prasarana usaha mikro, peningkatan pengembangan agribisnis, serta usaha peternakan, pertanian dan peningkatan fasilitas umum obyek wisata,” harapnya. (rn/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *