Disdik Kutim Belum Ingin Terapkan KBM Tatap Muka

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

AKTUALBORNEO.COM – Status Zona Kuning masih diemban Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dimasa pandemi COVID-19 saat ini jumlah terkonfirmasi sudah mencapai 163 orang. Hal ini yang membuat Dinas Pendidikan (Disdik) enggan menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Meski masih menerapkan belajar mengajar secara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring). Namun, Disdik Kutim telah menyiapkan sarana kebutuhan protokol kesehatan untuk mengantisipasi adanya perubahan keputusan KBM.

“Kami belum berani menerapkan belajar tatap muka, meski saat ini Kutim sudah zona kuning tapi itu masih rentan terjadi penularan COVID-19. Sehingga kami belum berani dan masih menunggu keputusan dari Gubernur. Jadi hingga saat ini masih menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR),” jelas Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kutim Roma Malau saat ditemui.

Roma mengaku, tetap melarang keras ada sekolah yang melanggar aturan seperti apa pun bentuknya, dia menekankan tatap muka di sekolah tetap dilarang selama Kutim belum zona hijau.

“Sabar dulu jangan terburu-buru intinya kita tunggu saja imbauan dari Gubernur, jika memang sudah aman maka KBM tatap muka pun langsung diterapkan,” jelasnya.

Senada, salah satu orang tua murid Sekolah Dasar Negeri 010 Sangatta Utara, Hasnawaty dirinya mengaku setuju dengan keputusan Kadisdik Kutim Roma Malau yang enggan menerapkan KBM tatap muka dimasa sekarang.

“Tentu kita setuju dengan kebijakan ini, kita sebagai orang tua merasa khawatir jika tatap muka dilakukan sementara Kutim masih zona kuning,” pungkasnya.

Ia pun menambahkan, hal mendasar yang menjadi kekhawatiran ialah sebagai orang tua tidak serta merta dapat mengawasi anak-anak diluar selama waktu belajar.

“Seumpama KBM tatap muka diterapkan dimasa sekarang tentu kita resah sebab yang namanya anak-anak jika bertemu pasti bermain, bersentuhan dan yang kita takutkan tukaran masker, kita kan tidak tahu mereka berkontak dengans siapa dan dari mana,” tukasnya.(udin)AB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *