Emas Naik Tajam 13,6 Dolar AS, Ini Pendorongnya

  • Whatsapp
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

AKTUALBORNEO.COM – Emas naik tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut, setelah pasar bereaksi terhadap pembelian perak oleh investor ritel secara terkoordinasi saat mereka mengalihkan fokus ke logam dari GameStop Corp dan saham lain yang ramai di perbincangan media sosial.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, di Divisi COMEX New York Exchange, melonjak 13,6 dolar AS atau 0,74 persen menjadi ditutup pada 1.863,90 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (29/1/2021), emas berjangka terangkat 9,10 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.850,30 dolar AS.

Emas berjangka jatuh 7,7 dolar AS atau 0,42 persen menjadi 1.841,20 dolar AS pada Kamis (28/1/2021), setelah merosot 6,0 dolar AS atau 0,32 persen menjadi 1.844,90 dolar AS pada Rabu (27/1/2021), dan turun 4,3 dolar AS atau 0,23 persen menjadi 1.850,90 dolar AS pada Selasa (26/1/2021).

Investor ritel terus membeli kontrak perak secara massal pada Senin (1/2/2021), memberikan dorongan untuk emas juga, karena analis percaya bahwa investor beralih ke logam mulia sebagai tempat berlindung yang aman. Banyak pedagang institusional mencari tempat untuk melindungi nilai dari short positions di pasar perak.

Perak memperpanjang reli untuk sesi ketiga berturut-turut pada Senin (1/2/2021), melonjak 11,2 persen ke level tertinggi hampir delapan tahun dan membuka jalan bagi lonjakan harga 19 persen sejak Kamis (28/1/2021), postingan mulai beredar di Reddit yang menarik bagi investor kecil untuk membeli saham pertambangan perak dan dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded funds/ETF) yang didukung perak fisik.

“Spekulasi media sosial ini berada pada tahap awal untuk perak dan ada ketidakpastian tentang berapa banyak lagi momentum yang dapat kami miliki,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip Reuters, menambahkan bahwa karena fundamental positif, penambahan investor baru akan menjadi positif dalam jangka panjang untuk perak.

Emas mendapat dukungan tambahan ketika lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada Senin (1/2/2021) bahwa ukuran aktivitas manufaktur turun menjadi 58,7 persen pada Januari dari 60,7 persen pada Desember. Namun demikian, dolar yang lebih kuat membatasi kenaikan emas.

Dalam jangka menengah, pasar mencerna meningkatnya kemungkinan bahwa Kongres AS akan menyelidiki dan mungkin mengambil tindakan regulasi terhadap investor ritel yang menginvasi pasar minggu lalu untuk memanipulasi harga saham guna merugikan para hedge fund.

Perak untuk pengiriman Maret melambung 2,504 dolar AS atau 9,30 persen menjadi ditutup pada 29,418 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 59,60 dolar AS atau 5,52 persen menjadi ditutup pada 1.138,80 dolar AS per ounce. (Antara).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *