Fakta Dibalik Video Viral Dua Bersaudara Tewas di Bunuh Lelaki Tua

  • Whatsapp
Pelaku 1 (tengah) yang melakukan pembunuhan, di Desa Ladahai, Kecamatan Iwoimenda, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (22/7/2020).

AKTUALBORNEO.COM – Warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video di jagat sosial media (sosmed).

Dalam video tersebut, terdapat aksi pembunuhan yang dilakukan oleh seorang lelaki paruh baya.

Setelah ditelusuri, ternyata kejadian tersebut terjadi di Desa Ladahai, Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (23/07/2020) pukul 17.30 Wita.

Adalah sebuah kasus pembunuhan yang melibatkan Daeng Tantu Alias Nasir (54) sebagai pelaku dan dua korban Haking dan Sidung.

Dikutip dari berbagai sumber media lokal, Daeng Tantu yang sebagai pelaku mengungkapkan berbagai hal. Sejumlah fakta pun terungkap dalam pertistiwa berdarah tersebut.

Daeng Tantu mengatakan, dirinya melakukan tindakan kriminal itu karena kehilangan kesabaran lantaran setiap habis memperbaiki pagar di lahan halaman rumahnya korban selalu datang merusak.

“Awalnya saya sampaikan baik-baik, namun tidak dihiraukan malah korban ambil motor terus dikasi keras-keras suaranya,” ungkapnya, dikutip dari timurkota.com.

Diperlakukan demikian, Daeng mengaku masih bersabar dan tak langsung bertindak. Namun belakangan, korban melakukan hal sama. Bahkan kali ini saat diperingatkan, salah seorang korban mengajak pelaku duel.

“Di situ saya masih tahan. Namun pas mau ke Masjid salat duhur. Saya tidak bisa menahan emosi waktu melihat korban ke warung,” tambah, Daeng menjelaskan dengan suara pelan.

Usai menikam korban nomor satu, Haking. Dirinya langsung meninggalkan lokasi. Namun sesaat setelahnya, muncul korban ke dua. Sidung sambil membawa parang panjang yang kemudian langsung dihunuskan dan dilayangkan dan mengenai punggung Daeng.

Namun ayunan parang itu tak melukai Daeng. Malah parang terlepas dari tangam Sidung kemudian terjatuh di tanah.

“Saya tikam dulu, baru ambil parang yang jatuh kemudian parangi satu kali,” ungkapnya menutup pembicaraan.

Dua Korban Tewas di TKP

Tanpa berpikir panjang pelaku Daeng Tantu menghunuskan badik kemudian menikam korban pertama, Haking sebanyak tiga kali pada bagian dada.

Korban pun tersungkur seketika dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Melihat saudaranya diserang, korban lain Sidung melakukan perlawanan namun naas dirinya tak mampu menandingi pelaku hingga dirinya pun tewas diparangi pelaku.

“Haking mengalami luka pada bagian leher dan nyaris putus. Saat itu pula terduga pelaku An. Aso datang dan turut melempar menggunakan batu kepada Haking kemudian korban meninggal dunia di TKP,” kata, Kapolres Kolaka, AKBP Saiful Mustofa.

Dipicu Permasalahan Sepele

Pemicu peristiwa berdarah ini dilatar belakangi aksi tak terpuji dari korban yang selalu membuka dan merusak pagar di lahan milik pelaku, Daeng Tantu.

Meski telah diberi peringatan namun aksi korban terus dilakukan. Hingga akhirnya pelaku hilang kesabaran dan melakukan penyerangan secara tiba-tiba saat dirinya hendak ke Masjid.

“Pelaku merasa resah terhadap perilaku kedua korban karena lokasi tanah yang telah dipagar oleh tersangka selalu dibuka pagarnya oleh korban sehingga pelaku merasa jengkel,” ungkap, kapolres menambahkan.

Pelaku Dibantu Anaknya Bernama Aso

Keterlibatan Aso (35) dalam perkara ini yakni ketika dirinya datang membantu pelaku utama, Daeng.

Mendapat kabar bahwa ayah kandungnya terlibat permasalahan, Aso kemudian bergegas ke TKP.

Melihat ayahnya terlibat perkelahian dirinya langsung membantu dengan cara melempar batu dan mengenai bagian kepala korban, Haking.

Daeng Tantu Dipercaya Memiliki Ilmu Kebal

Usai insiden berdarah, muncul cerita di kalangan masyarakat setempat bahwa, Daeng Tantu memiliki ilmu kebal sehingga tak mengalami luka. Meski dirinya sempat diparangi oleh Sidung.

Menurut saksi mata yang menyaksikan langsung perisitwa tersebut. Mereka melihat langsung detik-detik, Sidung memarangi bagian punggung Daeng Tantu.

“Tidak tembus, malah parang seakan terpantul kemudian terlepas dari tangan, Sidung. Pasti Daeng punya ilmu kebal,” ungkap warga, Tiro.

Tiro melanjutkan, alasan bahwa Daeng tidak mampu ditembus karena parang digunakan Sidung tumpul terbantahkan.

“Awalnya saya juga mengira karena parang tumpul. Tapi pas direbut, Daeng malah parang tajam sekali karena satu kali tebasan saja leher Sidung malah hampir putus,” tambahnya menjelaskan.

Dua Pelaku Ditangkap Polisi Tanpa Perlawanan

Daeng Tantu dan Aso telah diamankan pihak Polres Kolaka. Keduanya ditahan dan selanjutnya akan menjalani proses hukum di Kepolisian Resort Kolaka.

“Selain menangkap pelaku kami juga telah menyita barang bukti sebilah parang yang digunakan untuk menganiaya kedua pelaku.” Kata Kapolres melanjutkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *