Herbal Immune Booster Kades Batu Lepoq Masuk Teras UNDP di Indonesia Pavilion COP26

AKTUALBORNEO COM – Upaya Jum’ah melestarikan obat herbal, racikan leluhur membuahkan hasil membanggakan. Racikan Herbal Immune Booster yang diakui dapat mencegah paparan Virus Corona (Covid 19) mendapat pengakuan secara luas sehingga ia dipercaya menjadi utusan Kutai Timur (Kutim) pada ajang “Women Action in Delivering Forest to You Gender Mainstreaming at site level”

Jum’ah yang kesehariannya sebagai Kepala Desa Batu Lepoq, mendapatakan kesempatan untuk menjadi pembicara dalam acara yang diinisiasi oleh United Nations Development Programme (UNDP) tersebut di Indonesia Pavilion COP26, Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta pada Senin (8/10/2021).

“Kepala Desa Batu Lepoq tersebut berinovasi dalam pembuatan jamu dan berhasil menciptakan Herbal Immune Booster. Cukup banyak program yang telah dituangkan dalam visi dan misi pembangunan Kabupaten Kutim yang sejalan dengan program KalFor UNDP, dan ini sudah tercipta sinergitas yang baik dengan program KalFor UNDP rerang Kepala Dinas Kominfo Perstik Kutim, Ery Mulyadi.

Ery Mulyadi menjelaskan, berkat jamu tersebut Jum’ah dipilih oleh Kabupaten Kutim untuk berangkat ke Jakarta guna menjadi pembicara di dalam “Women Action in Delivering Forest to You:Gender Mainstreaming at site level”.

Sementara itu, Jum’ah menjelaskan racikan herbal atau jamu yang ia miliki merupakan hasil turun temurun dari orang tuanya. Awalnya ramuan ini diperuntukkan untuk obat kuat untuk laki-laki dan perempuan.

“Ramuan ini diperuntukkan bagi laki-laki dan perempuan, karena jalan di daerah kami sangat jauh sehingga harus mengkonsumsi obat ini, ramuan ini juga untuk mengobati darah tinggi, asam urat dan penyakit lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jum’ah mengatakan, obat tersebut tidak dapat diproduksi oleh orang lain, karena harus dirinya yang meracik. “Untuk itu dengan bantuan Pemkab Kutim saya akan memproduksi dan mengajarkan kepada penduduk lainnya, sehingga dapat diproduksi lebih banyak lagi,” ucapnya.

Terkait dengan bahan-bahannya Jum’ah mengatakan, bahwa selama ini mendapatkan bahan bakunya dari dari hutan yang dikelola oleh masyarakat di desa Batu Lepoq dan di Support Full oleh KalFor UNDP dan Ditjen PKTL Kemen LHK. (Kominfo/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *