Ini Sederet Hoax Vaksin Sinovac yang Tak Perlu Dipercaya Lagi!

  • Whatsapp

AKTUALBORNEO.COM – Menjelang vaksinasi COVID-19, Indonesia dihebohkan dengan sejumlah hoax vaksin Sinovac yang beredar di media sosial. Informasi tersebut mengatakan kandungan Sinovac membahayakan, hingga penyalahan arti tulisan di kemasan vaksin.

Hoax vaksin Sinovac cukup meresahkan masyarakat sehingga membuat mereka ragu untuk mengikuti program vaksinasi. Pihak Bio Farma menegaskan untuk tidak mudah percaya dengan berita tidak resmi semacam itu.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut 3 informasi hoax vaksin Sinovac:

1. Sebagai kelinci percobaan

Hoax vaksin Sinovac yang pertama adalah tulisan “only for clinical trial” pada kemasan vaksin Sinovac. Maksud dari tulisan itu disebut-sebut Sinovac akan dijadikan kelinci percobaan sebagai vaksin Corona.

Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto menjelaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia mengatakan bahwa kemasan yang ada label “only for clinical trial” digunakan untuk uji klinis fase 3, bukan untuk vaksin yang akan didistribusikan.

2. Mengandung sel vero

Hoax vaksin Sinovac yang beredar lainnya adalah adanya sel vero dalam vaksin Sinovac yang berasal dari kera hijau Afrika dan tidak teruji kehalalannya. Bambang menyatakan bahwa informasi tersebut juga tidak benar adanya.

“Dapat juga kami sampaikan bahwa vaksin COVID-19 Sinovac tidak mengandung vero cell. Sel vero hanya digunakan untuk pengembangan kultur virus untuk proses perbanyakan virus. Kalau tidak ada media kultur maka virus akan mati dan tidak bisa digunakan untu pembuatan vaksin,” ungkapnya.

3. Kandungan boraks dan formalin dalam Sinovac

Boraks dan formalin disebut menjadi kandungan dalam vaksin tersebut. Informasi tersebut dipastikan masuk ke dalam daftar hoax vaksin Sinovac.

“Vaksin COVID-19 Sinovac diproduksi tidak menggunakan pengawet dan tidak mengandung bahan lain seperti boraks, formalin, ataupun merkuri,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Minggu (3/1/2021).

Dalam proses produksinya, vaksin Sinovac menggunakan metode inactivated untuk mematikan virus sehingga vaksin tersebut tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.

Sumber : Detikhealt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *