Kadinkes Kutim :Efek Sabu Gangguan Emosi Hingga Kematian,Pengguna Jadi Tidak Waras

Foto Kadinkes Kutim Bahrani Hasanal
Foto Kadinkes Kutim Bahrani Hasanal

AKTUALBORNEO.COM – Efek dari menggunakan sabu-sabu adalah meningkatnya perhatian, meningkatnya aktivitas, cara bicara yang cepat, penurunan nafsu makan, berkurangnya rasa lelah, kehilangan kontrol diri, dan merasa euforia.

Sabu-sabu bisa memberikan efek kecanduan bagi penggunanya. Pengguna juga akan menaikkan dosis seiring dengan intensitas pemakaiannya.

Pengguna tidak akan mampu memproduksi dopamin untuk sementara waktu. Akibatnya, pengguna terus membutuhkan obat tersebut untuk kembali normal.

Jika kebutuhan itu tidak dipenuhi, mereka akan merasakan efek samping yang parah. Seperti depresi, kelelahan, disorientasi, hingga berujung pada sakau.

Dari segi pandang Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutim Bahrani Hasanal pun memaparkan bahaya dari penggunaan zat stimulan tersebut. Sehingga efek kuat yang dihasilkan oleh zat ini membuat banyak orang menyalahgunakannya.

“Obat stimulan yang memiliki efek adiktif yang tinggi, zat ini sebetulnya dilegalkan oleh lembaga pengawas obat-obatan. Metafetamin diigunakan untuk membuat obat terapeutik yang biasa diresepkan untuk penderita ADHD, narkolepsi, dan obesitas. namun banyak kasus yang menyalahgunakan manfaatnya,” terangnya saat dikonfirmasi aktualborneo.com Senin (10/8).

Ia juga menyebutkan bahwa pengguna narkoba biasanya tidak tidur, menimbulkan depresi dan timbul keinginan untuk bunuh diri.

“Efek obat ini membuat kinerja jantung lebih berat, jadi tidak takut, kerusakan otak yang signifikan. Intinya jika zat stimulan ini digunakan bagi yang waras maka akan timbul gejala ketidakwarasan,” ungkapnya.

Saat ini sabu-sabu yang beredar, secara ilegal tentunya, berbentuk serbuk, pil, atau kristal. Sabu biasa dikonsumsi dengan dihirup, dihisap, atau disuntik.

Sabu-sabu yang dibuat secara ilegal biasanya mengandung kafein tinggi, talk, dan racun lainnya. Penggunaan sabu-sabu dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional pada otak yang menyebabkan gangguan emosi dan memori.

Narkoba jenis ini dapat menyebabkan kecanduan sejak pertama kali digunakan. Bahkan, pengguna sabu-sabu adalah salah satu pengguna paling sulit direhabilitasi.(S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *