KPK Menyita Uang Rp.52,3 Milliar,di Duga Hasil Dari Izin Ekspor Benih Lobster

  • Whatsapp

AktualBorneo.Com- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)menyita uang senilai Rp.52,3 milliar yang diduga berkaitan dengan dugaan suap dalam pemberian izin benih lobster dan benur.Uang tersebut merupakan hasil dari para eksportir yang telah mengantongi izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP).

Untuk mengangkut Uang yang telah dikemas didalam kantong plastik bewarna bening tersebut,tim penyidik dari KPK membutuhkan dua unit mobil.Dalam setiap kantong plastiknya berisikan uang Rp.1 milliar,total keseluruhan berkisar 52 kantong plastik.

“Hari ini tim penyidik KPK melakukan penyitaan aset berupa uang tunai,sekitar Rp.52,3 milliar dari Bank BNI 46 Cabang Gambir yang diduga berasal dari para eksportir yang telah mendapatkan izin dari KKP untuk melakukan ekspor benih bening lobster tahun 2020″ucap plt.Jubir KPK Ali Fikri dalam sesi konpers di Gedung Merah Putih KPK (15/3/21).

Ali juga menjelaskan alasan KPK menyita Uang tersebut,dikarenakan tersangka Edhy Prabowo sebelumnya telah memerintahkan Sekjen KKP Irjen Pol.Antam Novambar agar membuat surat perintah secara tertulis terkait dengan penarikan jaminan Bank dari para eksportir kepada Kepala Badan Karantina Ikan,Pengendalian Mutu,dan Keamanan Hasil Perikanan(BKIPM).(dps/AB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *