Kutim Launching ‘Trio Siomas’, Program Minapolitan Ikan Bandeng di Kaliorang

  • Whatsapp
Pjs Bupati Kutim memukul gong sebagai tanda tanda melaunching program Minapolitan Ikan Bandeng yang digarap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim. (Wahyu Pro Kutim)

Prosesi launching yang dilangsungkan di Kantor DKP Kutim ini dihadiri Seskab Irawansyah, Asisten Perekobang Suroto serta beberapa penjabat lingkup Pemkab Kutim, tokoh masyarakat, perwakilan perusahaan dan perwakilan FKPD.

“Saya mendukung penuh proyek perubahan pak Ayub yang telah di launching. Mudah-mudahan menjadi best practice kedepannya,” harap Jauhar.

Melalui proper Kepala DKP ini, diharapkan memberi dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Khususnya di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang. Tentunya kegiatan tersebut bisa dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan harapan para nelayan yang berada di Desa Selangkau bisa lebih sejahtera lagi di masa mendatang.

Jauhar yang mantan Kepala DPMPD Pemprov Kaltim juga menerangkan potensi kelautan di Kutim sangat besar. Bukan hanya di desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang saja, namun hampir seluruh wilayah di Kutim dikeliling laut dan pantai. Tentunya berpotensi cukup besar untuk dikembangkan dimasa mendatang.

“Saya berharap, kawasan minapolitan di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang ini, menjadi embrio munculnya kawasan industri perikanan budidaya baru dan berkembangnya perekonomian daerah lainnya,” ucapnya.

Kemudian nanti dapat menjadi contoh desa lain yang memiliki potensi serupa. Sehingga memberikan dampak yang positif bagi daerah lainnya. Menurut dia, kawasan minapolitan ini menjadi bukti adanya kemandirian Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang. Untuk mengembangkan perekonomian wilayahnya dengan berbasis pada perikanan budidaya.

Sebelumnya, Kepala DKP Kutim Ayub menyampaikan kawasan minapolitan ini adalah kawasan yang dibangun dan dikembangkan. Dengan fokus pada kemajuan sektor perikanan.

“Berprinsip pada kualitas percepatan dan kesinambungan dengan gesit, terintegrasi  sesuai dengan produksi, pengolahan dan pemasaran yang disebut dengan Trio Siomas,” sebutnya. (hms7/hms3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *