Lokasi Bandara di Kutim Bakal Bergeser ke Bengalon

  • Whatsapp

AKTUALBORNEO.COM – Masyarakat Kutai Timur (Kutim) masih menunggu kapan terwujudnya Bandara, sebab sudah lama diwacanakan tapi belum juga terealisasi. Beda halnya dengan Pelabuhan yang terletak di kawasan Kenyamukan yang sudah tampak wujudnya, meski pun belum rampung dibangun.

Bagi Pemkab maupun masyarakat, kehadiran bandara ini akan membuat angin segar, selain akan menyemarakan ekonomi pasti juga terkait adanya penampungan tenaga kerja, yang pada akhirnya untuk kesejahtraan masyarakat.

Namun untuk mewujudkan cita-cita yang luhur itu tidak semudah apa yang kita bayangkan. Tidak hanya cukup menyiapkan modal, dana, dan lahan akan tetapi juga layak tidaknya lokasi tersebut, sehingga memerlukan kajian dari instansi terkait dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Kini terdengar santer, bahwa Bandara yang rencana awal di Eks lapangan terbang milik Pertamina EP Sangatta di Desa Sangkima, Sangatta Selatan bergeser ke Kecamatan Bengalon, eks perusahaan kayu. Pemkab Kutim berencana untuk memakai lokasi tersebut menjadi bandara komersil penumpang.

Adanya perpindahan lokasi dari Kecamatan Sangatta Selatan ke Kecamatan Bengalon membuat masyarakat jadi bertanya-tanya, ada apa?

Diketahui, upaya membangun Bandara di Sangkima masih terganjal soal enclave Taman Nasional Kutai (TNK). Proses izin yang rumit dan berbelit tampaknya membuat pemkab mencoba banting stir. Belum lagi upaya untuk alih fungsi lahan menjadi milik pemerintah juga sama sulitnya.

Bupati Kutim, Ardiansyah menegaskan, pembangunan bandara tidak mungkin dilaksanakan di Eks lapangan terbang milik Pertamina EP Sangatta di Desa Sangkima. “Setelah melihat surat dari kementerian BUMN yang dulu kita harapkan Bandara Sangkima itu bisa kita ambil ternyata itu tidak bisa, maka saya perintahkan Dinas Perhubungan. Ada dua Bandara kita di Kutai Timur ini, satu di Kongbeng dan itu masih beroperasi yaitu Bandara Kuyang Lahai dan satunya eks Bandara yang ada di Bengalon,” ucapnya, Selasa (30/11/2021).

Ardiansyah menilai eks Bandara di Bengalon sangat strategis dan tepat untuk dibangun pemerintah karena lokasinya berada di tengah-tengah Kutim. “Dan saya minta, mudah-mudahan akhir Desember ini Dinas Perhubungan ada memberikan jawaban. Dari jawaban itu ada semacam kajian dan sebagainya,” lanjut Ardiansyah.

“Mudah-mudahan ini bisa diatasi sehingga perusahaan-perusahaan yang ingin membangun badara khusus mereka sudah tidak cape lagi, mungin nanti nimbrung dengan bandara yang dibangun oleh pemerintah. Mudah-mudahan ini lahannya masih ada dan bisa kita kembangkan,” tuturnya. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.