Minyak Goreng Rp14 Ribu di Kutim Dijual di Indomaret dan Alfamidi, Pembeli Dibatasi 2 Liter

Jl. Yos Sudarso 2, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur

AKTUALBORNEO.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memberlakukan harga minyak goreng Rp14.000 per liternya. Namun demikian, minyak goreng dengan harga tersebut sementara hanya bisa didapatkan di ritel modern yang terdaftar sebasi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Kepala Disperindag Kutim, Zaini melalui Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, Ahmad Doni Efriadi menyatakan, ritel modern di Kutim yang terdaftar sebagai anggota Aprindo yaitu Indomaret dan Alfamidi.

“Di Kutai Timur toko ritel yang terdaftar sebagai anggota Aprindo ada dua, Indomaret dan Alfamidi, jadi minyak goreng dengan harga Rp14.000 berlaku untuk dua toko ritel ini, jagan sampai ada yang salah kaprah,” terang Doni Efriadi melalui telpon selulernya kepada Aktualborneo.com.

Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), telah menyiapkan
dana sebesar Rp7,6 triliun yang akan digunakan untuk membiayai penyediaan minyak goreng kemasan bagi masyarakat sebesar 250 juta liter per bulan atau 1,5 miliar liter selama enam bulan. Sebagai awal pelaksanaan, penyediaan minyak goreng dengan satu harga dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Doni Efriadi memastikan kebijakan Pemerintah tersebut pun sudah diberlakukan di Kutim. Dua ritel modern di Kutim yang terdaftar sebagai anggota Aprindo tersebut sudah menjual minyak goreng Rp14.000.

“Yang dari Kemendag melalui Aprindo mulai hari ini sudah berjalan. Tadi kami sudah cek di beberapa ritel di Indomaret dan Alfamidi, mereka sudah menerapkan harag minyak goreng Rp14.000,” tuturnya.

Perihal stok minyak goreng dengan harga tersebut, menurutnya, tersedia cukup banyak di dua ritel modern tersebut. Namun penjualannya dibatasi, satu orang maksimal hanya boleh membeli 2 liter. Upaya ini, kata Doni Efriadi, mengantisipasi adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan.

“Kalau minyak goreng kemasan 1 liter dia dapat 2, kalau untuk kemasan 2 liter dapatnya 1. Mungkin yang kemasan 5 liter dibagi juga,” ucapnya. (Im/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *