Pandemi Belum Berlalu, Murid Playgroup hingga SMP di Kutim Masih Belajar dari Rumah

  • Whatsapp
Foto murid SDN 010 Sangatta Utara (Dokumentasi)

AKTUABORNEO.COM – Seiring pergantian tahun pelajaran baru yang masih dalam masa pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih terapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring atau belajar dari rumah (BDR).

Selain itu juga tentang surat keputusan empat, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri  Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Roma Malau mengaskan saat ini proses belajar mengajar masih dilakukan dari rumah mengingat pandemi Covid-19 di Kutim belum berakhir.

“Kita mengacu pada peraturan menteri bahwa anak-anak masih harus belajar dari rumah (BDR),” ucapnya.

Selain itu juga Berdasarkan Surat Edaran (SE) nomor 800/1732/Disdik-Kadis/VII/200 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Awal Tahun Pelajaran 2020/2021 jenjang Play Group, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Pendidikan Menengah Pertama/Sederajat atau SMP.

Bahwa proses pembelajaran menggunakan metode Belajar Dari Rumah (BDR). Bagi peserta didik sampai dengan batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Materi BDR awal tahun pelajaran bagi peserta didik baru atau peserta didik yang naik kelas difokuskan pada orientasi atau pengenalan lingkungan sekolah. Meliputi sistem kurikulum sekolah, kegiatan ekstra kurikuler dan pengembangan diri, pedoman tata tertib sekolah, serta pengembangan budaya sekolah.

“Yang terpenting diperhatikan adalah keberlangsungan pendidikan siswa dan keterjaminan kesehatannya. Sehingga, metode pembelajaran BDR yang diberikan oleh guru tidak boleh membebani siswa dan merepotkan orang tua,” ungkapnya.

Sementara sekolah dapat melakukan sosialisasi program dan kebijakan melalui kegiatan tatap muka, hanya dengan orang tua/wali siswa. Dengan memperhatikan dan melaksanakan prosedur dan protokol pencegahan penyebaran COVID-19. Yakni jumlah maksimal 20 orang, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hand sanitizer,  daftar hadir lengkap dengan alamat yang jelas. (v/e1).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *