Pandemi COVID-19, Pesta Adat di Miau Baru Digelar Dirumah Masing-Masing

  • Whatsapp
Persembahan tarian-tarian pada pagelaran acara Adat Pehelung Ka’uh Tupuh Duman Lebau, di Desa Miau tahun lalu (Dok Pro Kutim) di MIAU BARU

Aktualborneo.com – Berbeda dari biasanya, karena pandemi COVID-19, pagelaran Pesta Adat Pehelung Ka’uh Tupuh Duman Lebau di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur (Kutim), yang selalu digelar meriah, kali ini digelar sederhana dirumah masing-masing warga. Sejak Minggu (17/5/2020) pagi, masyarakat nampak sibuk menyiapkan berbagai hidangan bagi keluarganya masing-masing. Berbagai macam jenis makanan khas suku dayak, diolah untuk disantap bersama keluarga di rumah.

“Acara ini, merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah memberikan kesehatan dan panen hasil tanaman (padi) pada tahun 2019. Ungkapan syukur bisa menginjakan kaki di tahun 2020,” ucap Maria salah seorang warga desa Miau Baru, yang juga tengah merayakan pesta adat ini bersama keluarga dirumah.

Meski dilaksanakan dirumah masing – masing, lanjut Maria, kegiatan tetap dipandu oleh tokoh adat dan agama (pendeta). Dengan bantuan media pengeras suara dan siaran langsung TV kabel. Sehingga masyarakat bisa mendengarkan arahan dan khotbah yang disampaikan Pendeta, dari rumah masing-masing yang memang letaknya berdekatan.

“Melalui syukuran ini, kita (masyarakat desa Miau Baru), berharap tanaman bisa memberikan hasil yang maksimal tahun ini. Kita berharap pandemi COVID-19 segera berlalu, sehingga masyarakat bisa lebih leluasa melakukan kegiatan seperti sebelumnya,” harap Maria.

Kegiatan ini sedianya dilaksanakan pada 15-21 April 2020 lalu, namun akhirnya dilaksanakan dirumah masing-masing, mengingat kondisi belum pulih dari pandemi COVID-19.

Sebagai informasi, acara serupa tahun sebelumnya, masyarakat desa Miau Baru mengelar berbagai kegiatan menarik. Mulai dari kesenian seperti lomba tari-tarian (tari masal, tari tunggal). Tak hanya anak-anak namun juga dewasa, lengkap dengan baju adat. Disamping itu olahraga tradisional, seperti lomba perahu panjang, lomba gasing, lomba menyumpit, tarik tambang dan permainan lainnya. Dipuncak acara digelar makan bersama di Lamin Adat Desa Miau Baru. Dihadiri tokoh agama, tokoh adat bersama masyarakat desa Miau Baru. (hms15/hms3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *