Perkuat Spiritual dan Dukungan Moral, Pemkab Kutim dan FKUB Gelar Doa Bersama

Foto suasana gelaran doa bersama antar tokoh umat beragama

AKTUALBORNEO.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menggelar rangkaian doa bersama antar lintas agama. Di Ruang Meranti Kantor Bupati kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Selasa (19/7/2020).

Dalam doa bersama itu dihadiri tokoh agama dari agama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Konghucu, Budha, dan Hindu.

Foto suasana gelaran doa bersama antar tokoh umat beragama

Turut hadir pula Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang didampingi Sekertaris Daerah Irawansyah, Assisten Pamkesra Suko Buono, Wakil Ketua ll DPRD Kutim Arfan, Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Puronomo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Abdul Kader, tokoh agama, sejumlah perwakilan dari organisasi masyarakat dan perwakilan dari SKPD.

 

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kutim Abdul Hafied Yusuf mengatakan, acara ini merupakan ikhtiar untuk memperkuat spiritual dan memberi dukungan moral pada segenap warga Kutim.

“Kita bersama-sama menjaga Kutim agar tetap damai, namun jangan lupa kita juga harus bekerja keras menjaga hubungan antar umat agama agar terus tentram,” ucapnya, Selasa (18/8/2020).

Senada, Ketua Kemenag Kutim Nasrun MH menyatakan, semua lintas agama, lintas sektor, serta peran masyarakat wajib menjaga keutuhan, kesatuan Republik Indonesia.

“Kita memiliki banyak ragam suku, budaya, dan kepercayaan untuk itu kita semua wajib menjaganya, saling menghormati juga toleransi agar kerukunan umat beragama tetap terjaga,” pungkasnya.

Sementara, Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang menyebutkan tujuan dari doa bersama ini agar memberikan kesejukan kepada warga Kutim. Melalui mereka (Tokoh Agama) semua bisa memberikan informasi yang valid dimata masyarakat.

“Untuk itu semua tokoh agama, tokoh masyarakat kita undang untuk memberikan rasa damai dimasyarakat, apalagi kita sedang menuju kontestasi pilkada dengan adanya ini diharapkan dapat menangkal berita hoax, ujaran kebencian, dan isu sara,” pungkasnya.

Hadirnya ketua-ketua pemangku agama, paguyuban, ormas, dan lainnya dapat membantu peran pemerintah untuk menjaga kondusifitas Kutim,” tandasnya.

Dengan doa bersama antar lintas agama, lintas sektor, dan lainnya diharapkan agar NKRI terutama Kutim terus kokoh berdiri. Tidak ada lagi orang atau kelompok yang mencoba merongrong NKRI dengan membawa paham-paham radikal transnasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *