Perumdam Kutim Siapkan Rp1,3 M Benahi Jaringan Pipa Unit Bengalon

  • Whatsapp

AKTUALBORNEO.COM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim) menyiapkan anggaran Rp1,3 miliar untuk memperbaiki jaringan pipa transmisi intake Perumdam Unit Bengalon yang bocor akibat ulah binatang kapang, sejenis siput berukuran kurang lebih 1,5 cm.

Direktur Perumdam Kutim, Suparjan melalui Kabag Teknik Rudiansyah menyatakan, pihaknya sudah mengalokasikan dana Rp1,3 miliar untuk memperbaiki jaringan pipa transmisi intake Perumdam Unit Bengalon.

Secara bertahap perbaikan pipa di jalan M Yusuf hingga Jalan Mulawarman, Desa Sepaso Induk, Kecamatan Bengalon.

“Anggaran itu dikumpul sedikit demi sedikit dari tiap kegiatan jaringan pipa di unit. Contoh, misalnya di unit A ada pemasangan ni, kita kurangi untuk sementara. Trus di unit B juga sama. Hingga terkumpul 1,3 miliar itu,” terang Rudiansyah di Ruang Kerjanya, Rabu (27/10/2021).

Lebih lanjut, Penetapan prioritas kegiatan berdasarkan cek lapangan. Kerusakan jaringan pipa yang terjadi di Unit Bengalon dinilai cukup parah. Dampak yang ditimbulkan telah menurunkan debit produksi di Intalasi Pengolahan Air (IPA). Hingga layanan distribusi air ke pelanggan.

“Kita harus cepat. Maka dalam waktu 6 bulan, setelah cek lapangan di bulan april lalu. Sekarang pengerjaan bisa dilakukan,” ungkapnya

Teknisnya tambah Rudiansyah, pengerjaan sesuai dengan area kebocoran. Panjang jaringan pipa yang rusak 700 meter. Jenis pipa adalah HPDE dengan diameter 200 mm. Membentang dari sungai aji, jalan M Yusuf hingga jalan poros Mulawarman.

“Pipa baru yang kita pasang jenis Galvanized Iron Pipa (GIP) guna mengantisipasi kerusakan akibat binatang kapang. Ukurannya 200 mm dengan panjang 700 meter,” ungkap mantan Kabag Produksi ini.

Seperti di beritakan sebelumnya, pipa intake PERUMDAM Unit Bengalon mengalami kerusakan. Kebocoran yang terjadi diakibatkan binatang kapang. Ukuran lobang akibat ulah binatang sejenis siput ini kurang lebih 1,5 cm. Jumlahnya pun bervariasi. Mulai 7 hingga 15 lubang di tiap area.

Masalah kebocoran pipa ini juga telah dicek langsung oleh Direktur PERUMDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur Suparjan, Kepala Bagian Teknik Rudiansyah, bersama Anggota DPRD Kutim Asmawardi dan Kasi Trantib Kecamatan Bengalon Ahmad Rasyidi, Selasa (20/4/2021. (*)

Sumber: pdamkutaitimur.com
Editor: Rudhi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *