Pjs Bupati Kutim Sebut DAK Fisik Disdik Masih Rendah

  • Whatsapp
Pjs Bupati Kutim Muhammad Jauhar Effendi,

AKTUALBORNEO.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dana Alokasi Khsusus (DAK) fisik regular dan afirmasi Substansi Bidang SD Bidang Pendidikan.

Kegiatan yang dihadiri 52 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 18 Kecamatan Kutim ini, dibuka secara resmi Pjs Bupati Kutim Muhammad Jauhar Effendi, diruang Meranti, Kantor Bupati, Rabu (30/9/2020).

Dalam kesempatan itu Jauhar menyebutkan tahun 2020 Kaltim di bidang pendidikan mendapat alokasi DAK fisik sebesar Rp 25 miliar. Untuk Kutim sendiri ada 52 sekolah yang mendapatkan DAK fisik.

“Kita patut bersyukur, karena Pemerintah Pusat memberikan bantuan DAK Fisik ini. DAK fisik hanya diberikan kepada bidang pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jauhar mengatakan dalam DAK fisik tersebut ada 10 menu yang bisa dipilih oleh berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nonor 11 tahun 2020.

Misalnya rehap ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, perpustakaan dan lain sebagainya. Yang pelaksanaan sangat bergantung pada kebutuhan sekolah.

“Saya lihat progress serapan (DAK fisik) di Kutim masih ada yang rendah. Saya berharap, Disdik bisa memacu bagi sekolah yang masih rendah ini, agar bisa segera diselesaikan,” tegas Jauhar.

Dalam kesempatan itu Jauhar, menambahkan bahwa pendidikan sangat penting. Maju mundurnya sebuah negara, sangat bergantung pada pendidikan. Sebab, pendidikan inilah yang bisa memutus rantai kemiskinan.

“Kepada kawan-kawan yang di SD, harus punya semangat yang luar biasa, untuk memberikan motivasi kepada anak didiknya. Karena pendidikan dasar inilah yang paling dingat oleh anak. Jangan sampai karena infrastruktur yang kurang baik, lemah semangat merasa tidak bisa bersaing jangan. Semua orang yang dikota itu sebelumnya juga berasal dari kampung,” tuturnya. (Vitri/ab).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *