Polres Kutim Gelar Rekonstruksi Pembunuhan di Pantai Sekerat, Pelaku Peragakan 40 Adegan

AKTUALBORNEO.COM – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon pada tanggal 24 Agustus 2022 yang lalu.

Reskonstruksi berlangsung di halaman Mako Polres Kutim, Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis, 23/09/2022.

Pelaku laki-laki berinisial RS (21 tahun) tersebut memperagakan 40 adegan pembunuhan Khadijah (38 tahun) di hadapan delapan saksi yang dihadirkan oleh pihak kepolisian.

Beberapa adegan yang diperagakan menunjukkan lebih jelas hasil penyidikan kepolisian dan pengajuan tersangka, termasuk salah satunya cara menimpas korban.

Sebelumnya, Khadijah ditemukan tewas bersimbah darah akibat luka bacok di kawasan pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon.

Kapolres Kutim, AKBP Anggoro Wicaksono didampingi Kapolsek Bengalon IPTU Dedik menerangkan bahwa kronologi pembunuhan bermula saat tersangka laki-laki berinisial RS (21) yang pergi membawa parang untuk memasang patok.

“Sebelumnya, tersangka terlibat permasalahan dengan istri karena baru saja resign (mengundurkan diri) dari pekerjaannya, sementara masih memiliki beban cicilan sepeda motor,” ujarnya saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan Khadijah.

Tersangka pun berangkat dari rumah dengan perasaan kesal sambil membawa sebilah parang untuk memasang patok.

Saat melintas di kawasan pantai, tersangka mendapati korban yang sedang bermain Handphone (HP) beserta dengan dompetnya.

“Saat tersangka melihat korban asyik bermain HP, saat itulah tersangka melakukan aksinya dengan membacok korban hingga tersungkur bersimbah darah,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban, Syafrudin mengaku masih ada adegan yang belum lengkap dalam rekonstruksi yang digelar.

Menurut pengakuannya saat diwawancarai usai rekonstruksi digelar, pelaku membawa kalung korban dan sempat menunjukkan kalung curian tersebut kepada saksi.

“Kalung itu ditunjukkan, tapi langsung disimpan lagi ke dalam kantong. Kalau waktu itu kalung ditunjukkan lebih lama, terlihat dari liontin ada nama korban dan suami korban,” ujarnya.

Selain itu, Syafrudin mengaku terdapat adegan lain yang tidak masuk dalam BAP yakni pelaku sempat membersihkan diri di Pos Jetty pasca membunuh korban.

Namun adegan pelaku membersihkan diri sebelum pulang ini tidak diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.

“Dia (pelaku) mandi dulu di Jetty sebelum pulang,” ucapnya. (*TN-KT)

Pos terkait