PPKM Kutim Turun Level 3, Ardiansyah Harap Masyarakat Terus Patuhi Prokes

  • Whatsapp

AKTUALBORNEO.COM – Perkembangan kasus Covid-19 di Kutai Timur (Kutim) mulai melandai, ini ditandai dengan penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 menjadi level 3.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyatakan, masyarakat patut bersyukur dengan keluarnya Kutim dari PPKM Level 4.

“Alhamdulillah Kutim sudah keluar dari PPKM Level 4, meski masih di level 3,” ucap Ardiansyah usai rapat evaluasi ke 15 PPKM di kantor BPBD Kutim, Selasa (07/9/2021).

Ardiansyah menjelaskan perbedaan antara PPKM Level 4 dengan level 3. Dikatakannya, sejumlah tempat, baik untuk ibadah dan hiburan malam serta sekolah diperbolehkan beraktivitas dengan maksimal 50 persen untuk kawasan PPKM Level 3.

Meski demikian, dia mengatakan, sejumlah daerah yang dalam kondisi PPKM level 3 tidak langsung membuka aktifitas sekolah. Tetapi tetap menerapkan aturan yang ketat sebagaimana anjuran pemerintah. Tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

“Tetap masih harus merekayasa dengan prokes ini, makanya tadi saya minta Dinas Pendidikan yang dipimpin AS (asisten) 1 berkoordinasi ke semua pihak untuk melakukan koordinasi dulu. Anak-anak sekolah Jagan dulu,” tutur Ardiansyah.

Untuk pos penyekatan yang awalnya berada di pintu masuk Sangatta kilometer (Km) 1, kata Ardiansyah, ditiadakan, namun operasi yustisi tetap berjalan setiap hari seperti biasanya.

Selain itu, Ardiansyah juga mengharapkan masyarakat Kutim untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, dan mengikuti program vaksinasi sesuai instruksi pemerintah.

Sementara Itu, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang menyatakan, dalam PPKM Level 3 kegiatan sekolah tatap muka sudah dibolehkan, akan tetapi tetap harus memenuhi aturan prokes sebagaimana anjuran pemerintah. Siswa sekolah tatap muka hanya boleh 50 persen dari total siswa yang ada di setiap sekolah, disamping Tenga pengajar atau guru sekolah dan siswa yang sudah dewasa, wajib mengikuti program vaksinasi.

“Untuk anak usia 12 sampai 17 itu sudah wajib divaksin, jadi anak dibawah 12 tahun masih bisa untuk tatap muka. Akan tetapi untuk pelaksaanya masih kita akan atur nanti tentunya kita akan koordinasikan lagi,” tutupnya. (Lukman/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *