Ruas Jalan Trans Kalimantan Tergenang Banjir Satu Kilometer

  • Whatsapp

AKTUALBORNEO.COM – Camat Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Siswo mengatakan banjir akibat luapan Sungai Kahayan mulai menggenangi ruas Jalan Trans Kalimantan yang ada di dua desa yakni di Desa Penda Barania dan Desa Tanjung Sangalang.

“Hampir sepanjang satu kilometer ruas jalan tergenang banjir luapan dari Sungai Kahayan menggenangi ruas Jalan Trans Kalimantan. Untuk saat ini ketinggian banjir baru sebatas mata kaki orang dewasa,” kata Siswo di Pulang Pisau, Selasa.

Dikatakan Siswo, tidak menutup kemungkinan ketinggian banjir ini bisa bertambah dalam beberapa hari ke depan. Dari informasi yang diterima, intensitas hujan di daerah hulu Kecamatan Banama Tingang cukup tinggi, akibatnya debit air Sungai Kahayan meninggi hingga air kiriman ini sampai ke Kecamatan Kahayan Tengah.

“Untuk Kecamatan Kahayan Tengah sendiri curah hujan intensitasnya tergolong ringan dan sedang. Luapan air dari Sungai Kahayan akibat tingginya intensitas hujan di daerah hulu,” ucap Siswo.

Menurut Siswo, mengantisipasi apabila debit air Sungai Kahayan terus meninggi, Pemerintah Kecamatan Kahayan Tengah bersama unsur Muspika setempat seperti Polsek, Koramil, pemerintah kedua desa dan unsur terkait lainnya telah melakukan berkoordinasi berbagai hal mengantisipasi kemungkinan yang terjadi akibat banjir ini.

Posko pantau dan pengamanan, terang Siswo, telah didirikan untuk memberikan pelayanan dan keamanan kepada masyarakat khususnya para pengendara yang melintas di lokasi banjir. Pemerintah kecamatan setempat telah melayangkan surat kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau terkait dengan permintaan bantuan personel di lokasi banjir.

Saat ini pihaknya terus memperhatikan kondisi di lapangan terhadap kenaikan debit air yang mulai menggenangi ruas Jalan Trans Kalimantan Desa Penda Barania dan Desa Tanjung Sangalang.

“Apabila debit air yang mulai menggenangi ruas jalan Trans Kalimantan di kedua desa tersebut terus meninggi, perlu dukungan bantuan personel dari BPBD, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP dalam bersama-sama melakukan pengawasan, pengamanan, dan pengaturan lalu-lintas di lokasi banjir,” demikian Siswo.

Sumber: kaltim.antaranews.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *