Secara Virtual, Pemkab Kutim Ikuti Upacara Hari Pancasila bareng Presiden Jokowi

  • Whatsapp
Jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Pemkab Kutai Timur (Kutim) mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2021 secara virtual dengan Presiden Joko Widodo (FB Dokumentasi Kutim)
Jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Pemkab Kutai Timur (Kutim) mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2021 secara virtual dengan Presiden Joko Widodo (FB Dokumentasi Kutim)

Aktualborneo.com – Jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Pemkab Kutai Timur (Kutim) mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2021 secara virtual dengan Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (1/6/2021).

Upacara Hari Lahir Pancasila dilaksanakan secara virtual melalui siaran langsung di kanal YouTube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, laman Facebook Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Instagram Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dengan tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Di Kutim, upacara dengan tema “Pancasila dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh” itu difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)┬áKutim dan berlangsung hikmat di ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi.

Turut hadir dalam upacara Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wabup Kutim Kasmiadi Bulang, Sekretaris Daerah Irawansyah, Ketua DPRD Kutim Joni, dan sejumlah pimpinan OPD beserta Forkopimda.

Dalam amanatnya, Presiden Jokowi mengajak seluruh penyelenggara negara baik dari pusat sampai daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat pandemi covid-19. Pemerintah daerah diminta melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras, dan agama.

Jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Pemkab Kutai Timur (Kutim) mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2021 secara virtual dengan Presiden Joko Widodo (FB Dokumentasi Kutim)

Sementara itu Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, usai mengikuti upacara virtual menyampaikan pentingnya menjaga kebinekaan, kerukunan, serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Dikatakannya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, heterogen, multi kultur dan budaya dengan perekat Pancasila. Hari lahir Pancasila memberikan makna yang mendalam dalam negara kesatuan Republik Indonesia yang perlu dipertahankan secara bersama-sama.

“Dengan Pancasilah inilah salah satunya menjadi alat perekat daripada Bangsa Indonesia, kita berharap amanat tersebut bisa memberikan acuan dan dorongan kepada semua komponen bangsa untuk membangun bangsa, negara, daerah bersama dengan seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Ardiansyah.

Ardiansyah berharap, seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi dengan mendukung langkah pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan (Prokes). (Adv).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *