Strategi Ranpul Jaga Stok Pangan: Manfatkan Lahan Pekarangan, Desa Stok Gabah 2 Ton

  • Whatsapp
Ilustrasi

AKTUALBORNEO.COM – Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung (Ranpul), Kutai Timur, Kaltim, menerapkan dua strategi untuk mengantisipasi krisis pangan.

Camat Rantau Pulung Mulyono, mengemukakan, Pandemi yang berkepanjangan dikhawatirkan akan mengancam ketahanan pangan. Untuk itu, warga dibeikan contoh demplot (Demontration Plot) untuk kegiatan ketahanan pangan.

Demplot, kata Mulyono, dilakukan bersama dengan Muspika, UPT P4 (Penyuluh Pertanian, Perkebunan dan Perikanan) serta PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan).

Dia menyebut program ketahanan pangan sebagai respon dari instruksi Bupati Kutim H Ismunandar. Yakni, memaksimalkan lahan pekarangan rumah dengan tanaman pangan. Menurutnya, program tersebut juga ditindaklanjuti ditingkat pemerintahan desa.

“Yakni, dengan menyiapkan lahan kas desa untuk ketahanan pangan,” tutur Mulyono.

Mulyono menerangkan, seluruh warga Kaliorang juga di instruksikan untuk memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing. Konsepnya, warga menyiapkan lahan dengan bibit tanaman yang akam ditanggung pemerintah desa.

“Kedua, disemua desa di instruksikan untuk menyimpan gabah kering minimal 2 ton. Untuk kemudian dikelola langsung oleh desa atau melalui Bumdes (Badan Usaha Milik Desa). Dengan maksud seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya terjadi kelangkaan pangan, maka minimal stok pangan di Ranpul ada,” tuturnya.

Dia menbahkan, setelah mendekati musim panen, gabah yang sudah disimpan tadi bisa dijual kembali untuk diganti dengan yang baru.

“Semoga pandemi ini segera berlalu,” pungkasnya. (AB).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *