Target Kemenkes RI,Februari 1,48 Juta Tenaga Kesehatan di 34 Provinsi Akan Vaksin

  • Whatsapp

AktualBorneo.com-Program vaksinasi nasional COVID-19 terus berjalan, diharapkan pada Februari mendatang target vaksinasi bagi 1,48 juta tenaga kesehatan akan tercapai.

Per tanggal 23 Januari pukul 13.00 WIB, jumlah tenaga kesehatan yang telah mengakses untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 mencapai 172.901 orang di 13.525 fasilitas pelayanan kesehatan di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Dari sejumlah tersebut dilaporkan sekitar 27 ribu tenaga kesehatan tidak bisa divaksin karena dibatalkan ataupun ditunda karena sejumlah alasan di antaranya merupakan penyintas COVID-19, memiliki penyakit bawaan dan sedang dalam keadaan hamil maupun menyusui.

Saat ini, mekanisme registrasi ulang melalui SMS Blast sudah tidak ada lagi.

Bagi sasaran yang telah terdaftar di SISDMK per tanggal 6 Januari, secara otomatis mendapatkan e-tiket vaksinasi di fasyankes yang telah teregister sebagai pelaksana vaksinasi di mana pun & kapan pun.
Tenaga kesehatan yang belum terdaftar sebagai penerima vaksinasi, diharapkan segera didaftarkan berjenjang melalui verifikasi dinas kesehatan, untuk selanjutnya disampaikan kepada Kemenkes melalui pengelola data SISDMK Satu Data Vaksinasi COVID-19.

Saat ini, Pemerintah telah menyiapkan sekitar 3 juta dosis vaksin untuk 1,48 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut dipastikan cukup untuk menjangkau seluruh tenaga kesehatan.
Keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19 adalah prioritas utama. Oleh karenanya, vaksin yang akan disuntikkan dipastikan aman, bermutu, berkhasiat dan halal.

Hal ini dibuktikan dengan dikeluarnya izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI.

Dasar pengembangan Vaksin COVID-19 Sinovac adalah inactivated vaccine. Metode ini telah digunakan puluhan tahun yang lalu, telah terbukti aman serta tidak menyebabkan infeksi serius.
Terkait efek samping yang ditimbulkan usai penyuntikan, reaksi yang mungkin muncul adalah reaksi lokal dan sistemik yang mana itu sifatnya ringan dan mudah diatasi seperti nyeri lokasi suntikan, demam, & kelelahan. Hingga kini dilaporkan belum ada efek samping yg sifatnya serius.

Vaksin membutuhkan waktu untuk menciptakan kekebalan bagi tubuh. Setelah divaksin, ada kemungkinan seseorang terpapar/terinfeksi COVID-19 dan sedang dalam masa inkubasi.

Namun demikian, risikonya jauh lebih rendah dan gejala klinisnya juga ringan.
Usai divaksin, tak ada pantangan makanan yang penting makanan tersebut bergizi seimbang.
Namun, yang perlu diperhatikan setelah disuntik vaksin adalah kepatuhan menjalankan protokol kesehatan yakni memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun.

Healthies, vaksinasi COVID-19 adalah bentuk dari ikhtiar kita bersama untuk segera mengatasi pandemi di Indonesia.
Untuk itu, jangan ragu divaksin ya, karena dengan vaksinasi kita telah berkontribusi untuk melindungi diri, keluarga dan orang sekitar.

@Kemenkes RI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *