Tirah Satriyani Lepas Kader PMO TB Kutim untuk Hapus TBC, Tugaskan ke Tiga Lokasi

  • Whatsapp

AKTUALBORNEO.COM – Ketua PPTI Kutai Timur (Kutim), Hj. Tirah Satriyani SE, MM melepas kader PMO TB Kutim. Pelepasan dilakukan di di UPT Puskesmas Sangatta Selatan, Selasa (21/9/2021).

Kader investigasi kontak TB tersebut ditugaskan di tiga puskesmas yaitu UPT Puskesmas Sangatta Selatan, Sangatta Utara dan Teluk Lingga. Mereka rencananya melakukan program Investigasi TB untuk menghapus TBC dari Kutim.

Diketahui, TBC yang juga dikenal dengan TB adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah.

“Masih banyaknya masyarakat yang menderita penyakit tuberculosis (TBC) dan belum tertangani saat ini, menjaring para penderita untuk mendapatkan pelayanan yang optimal untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Dimana diperlukan peran serta aktif masyarakat melalui kader kesehatan terlatih yaitu Kader PMO TB,” ucap Hj.Tirah Satriyani yang merupakan istri dari Wakil Bupati Kutim.

Sirajuddin selaku konsorsium Komunitas Penabulu-STPI sekaligus sebagai pelaksana Program Eliminasi Tuberkulosis Kutim mengungkapkan bahwa kader komunitas eliminasi TBC implementing unit Kutim telah mengikuti serangkaian pelatihan sebelum turun ke masyarakat.

“Dari persiapan pelaksanaan dan tindak lanjut, kegiatan ini juga disupport oleh Dinas Kesehatan Kutai Timur, PPTI Kutim, dan PT KPC,” jelasnya.

Eti Nopiyanti Koordinator kader PMO TB mengatakan, peran serta kader kesehatan PMO TB dalam investigasi kontak yaitu meningkatkan penemuan dan kesembuhan kasus TB di wilayah kerjanya masing-masing.

Menurutnya, pendampingan pasien dalam meminum obat dapat menurunkan angka drop-out serta membantu menurunkan stigma dan sikap masyarakat yang bisa menghambat program yang tengah dijalankan.

Saat kunjungan, kata dia, kader memberikan edukasi serta rujukan bila kontak memiliki gejala TBC. Ini sebagai rangkaian dari kegiatan investigasi kontak dan pendampingan pasien.

“Setiap detik berharga, selamatkan bangsa dari tuberkulosis. Bersama menuju eliminasi TBC dan melawan COVID-19. TOSS TB, temukan obati sampai sembuh,” tutup Eti Nopiyanti. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *