TPST Prima Sangatta Eco Waste Diresmikan, Coba Lihat Apa Kata Bupati

  • Whatsapp

ATUALBORNEO.COM – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Prima Sangatta Eco Waste bantuan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Peresmian dan penandatanganan prasasti TPST teknologi insinerator tersebut digelar di kawasan Pasar Induk Sangatta, Kamis (27/1/2022).

Dalam arahannya, Ardiansyah yang didampingi Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas bantuan perusahaan pertambangan batu bara tersebut.

“Yang pertama Pemerintah Kutai Timur menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang besar atas sumbangsih dari PT KPC yang hari ini kita bisa melihat persemian TPST, tempat pengelolaan sampah terpadu,” ucapnya.

Dengan adanya TPST tersebut, Ardiansyah berharap dapat menjadi starting point atau titik awal pemerintah daerah dalam mengatasi masalah sampah di Kutim, khususnya di Sangatta sebagai kawasan ibu kota kabupaten.

Yang menarik, menurut Ardiansyah, semua hasil pengelolaan sampah di TPST tersebut nantinya bisa dimanfaatkan kembali sesuai peruntukannya.

“Hal yang menarik dari konsep ini adalah 70 persen hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lain, 30 persen sisanya juga bisa dimanfaatkan untuk produk yang lain. Artinya apa? semuanya bermanfaat,” tutur Ardiansyah.

Dalam kesempatan yang sama, Ardiansyah menyampaikan rasa bangganya kepada tim pengelola sampah yang selama ini telah bekerja keras mengatasi masalah sampah di daerah. Dikatakannya, beberapa hari yang lalu dirinya berkomunikasi dengan para tim bank sampah bahwasannya mereka mampu mendapat nilai ekonomi dari hasil pengelolaan sampah. Seperti halnya membuat bahan bakar dari hasil daur ulang sampah plastik.

Ardiansyah mengatakan, meski kualitas yang didapatkan dari hasil pengelolaan sampah tersebut belum begitu baik, namun mereka sudah bisa memanfaat bahan bakar tersebut untuk armada sampah dan berjalan beberapa puluh kilo.

“Bahan kendaraannya jarang mereka beli, karena mereka buat dari sampah plastik, ini luar biasa,” tuturnya.

Sebagai sebuah komitmen, bagi Ardiansyah, pengelolaan sampah tidak hanya efektif dalam menanggulangi sampah, namun juga mampu memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Untuk itu, dirinya mendorong terbangunnya ekonomi sirkular dalam sistem pengelolaan sampah di Kutim.

“Seperi yang saya katakan tadi, tidak hanya mengurangi sampah tapi (ekonomi) mampu memenuhi kantong mereka sendiri dengan konsep Bank Sampah dan sebagainya,” ujarnya. (*)

Penulis: Imran

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.