Warga Sangatta Kembali Diteror Banjir, Sejumlah Kawasan Terendam Air Sungai

Warga Sangatta Kembali Diteror Banjir, Sejumlah Kawasan Terendam Air Sungai
Suasana Gang Cempaka, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (11/4/2022), sekira pukul 17.00 Wita.

AKTUALBORNEO.COM – Kabupaten Kutai Timur diguyur hujan deras sejak beberapa hari terkahir, hal ini mengakibatkan meluapnya Sungai Sangatta, yang memang dari tahun ke tahun rawan. Tapi banjir kemarin adalah yang paling parah keadaannya.

Kini kekhawatiran akan banjir besar seperti sebelum datang lagi. Musababnya, debit air Sungai Sangatta kembali naik. Meskipun tidak melimpas secara merata, namun air dari sungai yang berada di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan tersebut sudah masuk ke pemukiman. Terlebih bermukim warga yang berada di bantaran sungai.

Berdasarkan informasi dihimpun, Rabu (11/5/2022), pemukiman yang terendam banjir khususnya di Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara diantaranya di Jalan Durian RT 31 dan 06 yang berada di pinggir sungai sebagian besar telah tergenang air dengan ketinggian lebih kurang 20 s/d 50 cm.

Untuk di Gang Kapital RT 57, ketinggian air lebih kurang 20 s/d 70 Cm (Paha Orang Dewasa). Gang Majai RT 44 yang berada di pinggir sungai sebagian besar telah tergenang air dengan ketinggian lebih kurang 20 s/d 50 cm.

Di Gang PLN (RT 60) Majai (RT 61) Mursalin (RT 62) dan Gang Nita (RT 38) yang berada di pinggir sungai, sebagian besar telah tergenang air dengan ketinggian lebih kurang 20 cm.

Selanjutnya, di sepanjang Jalan Guru Besar dan Jalan Dahlia RT 33 dan 56 tergenang air dengan ketinggian antara 20 Cm s/d 60 Cm (Setinggi Paha). Lalu di Rawa Indah RT 11 tergenang air dengan ketinggian 30 Cm s/d 60 cm. Lalu di Teluk Rawa 2 dan 4 RT 16 tergenang air dengan ketinggian lebih kurang 40 cm.

Sementara itu, di Jalan PDAM RT 22 tergenang air dengan ketinggian kurang lebih 30 s/d 70 cm dan sepanjang pinggir sungai. Kemudian di Gang Cempaka RT 54 tergenang air dengan ketinggian lebih kurang 30 s/d 50 cm.

Azis, warga Cempaka mengaku khawatir banjir besar datang lagi. Seperti diketahui, banjir sebelumnya akibat Sungai Sangatta meluap dan tidak bisa menampung derasnya debit air sehingga jadi tak terkendali.

“Kita khawatir jagan sampai banjir besar terjadi lagi. Seperti kemarin banjir sampai masuk ke dalam rumah, banyak perabot rumah yang rusak,” ucapnya.

H Syarifuddin, warga lainnya mengaku genangan kali ini lebih lambat surut dan dikhawatirkan kembali naik karena potensi hujan masih tinggi

Untuk mengantisipasi banjir, dia mengaku telah membuat penghalang air di pintu dan mengangkat sejumlah perabotan ke posisi lebih tinggi untuk mengantisipasi air masuk rumah pada malam hari.

“Saya juga begadang karena khawatir air tiba-tiba naik seperti banjir sebelumnya,” ucapnya.

Persoalan banjir, di mana-mana memang karena air hujan yang turun. Namun tampaknya butuh solusi kongkrit untuk mengatasi persolan tersebut, misalnya membuat Daerah Aliran Air (DAS), normalisasi atau pengerukan sungai dan memanfaatkan material pasir untuk bahan bangunan dan mengembalikan morfologi sungai, atau pun membuat tanggul di pinggir sungai.

Upaya lain yang juga bisa dilakukan sebagai langkah awal pencegahan banjir adalah membuat peta rawan bencana hingga skala desa.

Masalahnya, banjir yang terjadi di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan tahun ini adalah terparah sejak 20 tahun terkahir.

“Banjir kemarin terparah sejak 20 tahun terkahir, karena sejak tahun 1999 saya di Sangatta baru tahun ini air masuk ke dalam rumah,” tutur H Mappesona, warga Gang Komodo. (*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *