WASPADA,November Desember,Bulan Menetasnya Telur-Telur Ular

AKTUALBORNEO.COM-Bulan November dan Desember adalah bulan menetasnya telur-telur ular karena proses siklus biologi alami mereka. Seperti tahun lalu, banyak ditemukan bayi-bayi kobra di sekeliling rumah tinggal kita,” kata Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia,Aji Rachmat dalam keterangan tertulisnya pada Senin (9/11/2020).

Seperti peristiwa yang baru baru saja terjadi Seorang warga di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) menemukan anak ular kobra di rumahnya. Sontak, penemuan ular ini mengagetkan karena posisi ular berada di dapur.
“Anak saya yang lihat anak kobra hitam di dapur langsung saya cari,” ujar warga tersebut saat dihubungi, Jumat (20/11/2020).

“Aji mengingatkan bila musim penghujan ini merupakan periode telur-telur ular menetas.Makanan ular/mangsa banyak di temukan di sekitar hunian. Dari cacing-jangkrik-kadal-kodok-tikus hingga burung merupakan prey alami ular yang mudah ditemukan. Mangsa-mangsa ini akan mengundang ular hadir di sekitar tempat tinggal warga dan jika ada area yang nyaman, ular akan berkembang biak,” imbuhnya.

Jumlah ular bisa banyak karena predator alami ular semakin tipis. Hewan musang, garangan, dan biawak adalah predator pemangsa telur serta bayi ular. Burung elang, burung hantu, dan burung karnivora lainnya juga sudah tidak banyak lagi.
“Sehingga tidak ada kontrol populasi ular secara alami di alam,” kata Aji.

Selain itu, kondisi permukiman tersebut menunjang perkembangbiakan ular. Misalnya, area yang tidak pernah dibersihkan, mengundang mangsa ular, dan sudut-sudut gelap memungkinkan ular meletakkan telurnya.

“Pelajari, waspada, tapi jangan bunuh ular,” kata Aji.

Cara mengatasi ular di musim hujan:
1. Bersihkan secara rutin area yang rimbun. Kerja bakti agar ular bergeser ke luar permukiman. Pindahkan telur ular.
2. Pasang jebakan tikus, kurangi dan hilangkan tikus di rumah.
3. Pasang lampu penerangan
4. Ular tidak takut pada garam, ijuk, sabut kelapa, belerang tabur.
5. Ular cenderung menghindari bau menyengat. Pasang obat nyamuk elektrik atau pengharum ruangan.
6. Siapkan tongkat dan senter sebagai alat bantu penanganan ular. Hanya 20% ular yang berbisa, tapi sebaiknya berhati-hati.
7. Bila ada kasus gigitan, siapkan alat mobilisasi minimal, satu RT/RW satu set.

“Ular adalah bagian penting rantai makanan. Ekosistem sekitar perlu dijaga agar tetap seimbang. Manusia perlu ular untuk kelestarian lingkungan masa depan,” kata Aji.
/(AB)
Sumber :detik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *